Jumat, 03 Mei 2019

Teknik dasar cara Trading Bitcoin agar selalu profit


Trading atau perdagangan Bitcoin lebih mirip dengan jual beli barang di situs online yaitu adanya BUY dan SELL. BUY artinya membeli barang berupa Bitcoin dan SELL artinya menjual barang berupa Bitcoin. Sehingga rumus profitnya sangat simple yaitu harga jual dikurangi harga beli. Jadi dalam perdagangan bitcoin tidak ada istilah Margin Call dan PIP seperti yang terdapat dalam trading forex, yang ada jual untung atau jual rugi. Dan ini berlaku juga buat semua Cryptocurrency lainnya seperti ETH, XRP, STR, DOGE dll

Situs Trading bitcoin yang paling banyak digauli para trader Indonesia adalah INDODAX, jika teman-teman belum mempunyai akun INDODAX silahkan klik logo dibawah ini
  
Pada dasarnya prinsip berdagang bitcoin adalah sebagai berikut :

Membeli ketika harga rendah dan menjual ketika harga tinggi 

Prinsip paling dasar dalam trading adalah membeli ketika harga rendah dan menjual ketika hargatinggi. sama seperti dalam investasi emas, Kita membeli emas ketika harga rendah kemudian menjualnya ketika harga tinggi, perbedaannya adalah investasi emas lebih cocok untuk investasi jangka panjang karena pergerakan harga emas cenderung lebih lambat dari bitcoin dengan kisaran pergerakan nilai rata-rata 1-10% pertahun. 

Bagaimana dengan bitcoin? Bitcoin mempunyai nilai yang sangat fluktuatif, harga bitcoin dapat berubah naik atau turun dalam hitungan menit bahkan detik. dalam satu hari harga bitcoin dapat naik atau turun dari 0% hingga 20% bahkan lebih. Lalu apakah bisa diterapkan prinsip Membeli ketika harga rendah dan menjual ketika harga tinggi dalam jual beli bitcoin? bagaimana jika trend pasar menunjukan harga bitcoin cenderung turun? Haruskah kita terus membeli bitcoin? Atau bagaimana jika harga bitcoin cenderung naik? haruskan kita cepat-cepat menjual aset bitcoin kita? 

Kalau kita hanya berpatokan pada pernyataan diatas, maka dipastikan kita akan LOSE. karena Jika harga bitcoin cenderung turun maka berapa banyak dana yang kita keluarkan untuk membeli bitcoin? sebaliknya jika harga bitcoin cenderung naik semantara kita sudah menjual aset bitcoin kita, selanjutnya akankah kita menjadi penonton dengan kenaikan harga bitcoin?

Perhatikan contoh berikut :
  • suatu hari Si A memantau harga bitcoin di situs jual beli bitcoin, satu jam pertama setelah membuka situs tersebut, harga bitcoin adalah Rp 70.000.000/BTC, satu jam kedua turun menjadi Rp 69.000.000/BTC lalu si A Si A memutuskan untuk membeli 1 BTC dengan harga Rp 69.000.000, tidak disangka satu jam ketiga dan seterusnya ternyata harga bitcoin cenderung turun hingga menyentuh Rp 65.000.000/BTC, Jika Si A terus membeli BTC maka potensinya adalah RUGI atau jeleknya dana si A akan nyangkut di situs trading tersebut karena untuk menghindari kerugian dan mengembalikan modal awal, si A harus sabar menungu sampai harga BTC naik kembali paling tidak bisa balik modal, namun si A harus nunggu sampai berapa lama? 

    Sebaliknya Jika satu jam ketiga setelah memantau situs trading ternyata harga BTC naik menjadi Rp 72.000.000/BTC, dan Si A memutuskan menjualnya, maka si A sudah mendapatkan profit Rp 3.000.000. dan ternyata di jam berikutnya harga BTC terus mengalami kenaikan hingga Rp 80.000.000, apakah si A Cuma menonton kenaikan harga bitcoin dan harus menunggu sampai harga bitcoin turun kembali baru dia membelinya lagi?

Dari contoh kasus diatas, kita bisa ambil kesimpulan bahwa kita tidak bisa hanya berpacu pada prinsip dasar membeli ketika harga rendah dan menjual ketika harga tinggi. untuk menyeimbangkannya harus dipadukan dengan prinsip dasar yang kedua.

Ketahui dan Pahami trend pasar Crypto

Dengan kita mengetahui dan memahami trend pasar maka kita tidak harus berpacu pada prinsip Membeli ketika harga rendah dan menjual ketika harga tinggi. Maksudnya adalah adakalanya kita harus menjual rugi asset Bitcoin kita disaat trend pasar sedang cenderung turun kemudian untuk dibelanjakan kembali diharga yang lebih rendah untuk mendapatkan keuntungan berupa asset Bitcoin. Dan adakalanya kita harus membeli asset Bitcoin disaat Trend pasar cenderung naik untuk kemudian dijual kembali diharga yang lebih tinggi untuk mendapatkan keuntungan berupa uang real. 

Contoh:
  • Si A sudah membeli 1 BTC dengan harga Rp 69.000.000, di jam berikutnya harga BTC turun menjadi Rp 68.000.000/BTC. karena si A tahu bahwa trend pasar sedang cenderung turun maka si A menjualnya dengan harga Rp 68.000.000 secara materi si A sudah jual rugi bitcoin dengan kerugian sebesar Rp 1.000.000. kembali lagi karena si A tahu trend pasar sedang cenderung mengalami penurunan maka si A membuka order kembali uang hasil penjualan bitcoin tersebut diharga Rp 65.000.000/BTC, jika harga BTC sudah menyentuh angka tersebut maka si A akan mendapat 1.046 BTC, dengan demikian si A mendapat keuntungan berupa asset BTC senilai 0.046 BTC dan seterusnya.

    Sebaliknya jika di jam berikutnya trend pasar cenderung naik, Si A dapat memprediksi kapan akan menjual asetnya. Jika si A sudah terlanjur menjual BTC dengan harga Rp 72.000.000 dan sudah mendapatkan untung sebesar Rp 3.000.000 sementara trend pasar masih menunjukan kenaikan hingga mencapai Rp 74.000.000/BTC, maka si A dapat membeli BTC dengan harga Rp 74.000.000 dan menjualnya kembali dengan harga Rp 75.000.000 sehingga si A dapat memperoleh keuntungan tambahan sebesar Rp 1.000.000 dan seterusnya.
Dari simulasi diatas menunjukkan bahwa mengetahui trend pasar adalah sangat penting bagi para trader. caranya adalah dengan membandingkan situs trading satu dengan situs-situs trading lainnya serta dengan membaca grafik yang sudah disediakan di setiap situs trading.

Salam profit...



Tidak ada komentar:

Posting Komentar